Budayawan Jember Ini Kenalkan 55 Permainan Tradisional ke Anak-anak

Budayawan Jember Ini Kenalkan 55 Permainan Tradisional ke Anak-anak

Saiful Kusmandani - detikNews
Kamis, 20 Agu 2015 16:23 WIB
Budayawan Jember Ini Kenalkan 55 Permainan Tradisional ke Anak-anak
Foto: saiful kusmandani
Jember - Permainan tradisional seakan sudah hilang tergerus oleh zaman. Anak-anak saat ini tampaknya lebih mengenal dengan permainan moderen.

Untuk kembali mengenalkan permainan tradisional, seorang budayawan asal Jember membangun rumah belajat dan bermain di ppinggir kali Bedadung.

Sejak awal dibuka 21 Maret 1998 lalu hingga sekarang, ini banyak didatangi anak-anak dari kalangan miskin. Anak-anak yang belajar dan bermain diberikan secara gratis.

Prof Ayu Sutarto, budayawan Jember sekaligus pemilik rumah bermain ini ingin membentuk anak-anak Indonesia yang jujur lewat permainan tradisional.

"Dengan permainan tentunya akan membentuk kejujuran pada diri masing masing anak, misalkan kalah mereka harus mengakui kekalahannya saat bermainan disini," ujar Ayu Sutarto, kepada detikcom Kamis (20/8/2015).

Menurut Ayu, ada peraturan bagi anak-anak yang sedang bermain. Mereka dilarang mencaci, melontarkan ucapan kotor, terlebih bertengkar saat bermain permainan tradisional. "Kalau kalah dalam permainan hukumannya ya tidak boleh bermain, sehingga kita menanamkan ke Indonesian," tambahnya.

Dan ditahun ke 17 sejak berdiri, rumah bermain ditengah kota Jember tersebut telah memiliki 55 bentuk permainan tradisional. Bahkan anak-anak didiknya ada yang menjadi juara dunia dalam perlombaan egrang. Dan sebagai hasil karyanya, rumah bermain yang dikenal sebagai padepokan kali bedadung telah menerbitkan 15 macam buku.

Kondisinya yang berada di jalan Jawa Gang VI No 35 Kecamatan Sumbersari, Jember membuat sejumlah orang terkejut jika dibalik hiruk pikuk keramainan kota masih ada tempat bermain dengan berbagai permainan tradisional.

"Saya tidak mengira disini ada padepokan untukmu si kecil yang semua permainannya tradisional, dan anak-anak yang datang untuk bermain tidak dipungut apapun juga alias gratis," tutur Luki Sugiarto, Sekretaris Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember saat mendatangi lokasi rumah bermain.

Dengan kedatangannya, Luki Sugiarto akan menyampaikan ke pemerintah daerah agar kedepan rumah bermain yang ada di pinggir kali bedadung ini mendapatkan perhatian apalagi yang diajarkan merupakan bagian dalam pembinaan karakter.

"Disini mendidik anak tidak pantang menyerah, putus asa ataupun malu dalam menghadapi sesuatu," tuturnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait