"Pengamanan adalah implementasi negara di tengah aktivitas masyarakat. Dan implementasi itu diwujudkan dalam bentuk patroli polwan," kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Yan Fitri Halimansyah dalam sambutannya dalam peluncuran Patroli Srikandi Polrestabes Surabaya di Atrium Tunjungan Plaza, Selasa (18/8/2015).
Dengan patroli Srikandi, kata Yan Fitri, semakin melengkapi programnya untuk membirukan Surabaya. Surabaya biru adalah program Yan Fitri yang melarang mobil patroli untuk mematikan lampu rotator warna birunya di malam hari. Maksud dari program ini adalah polisi selalu stand by kapanpun dan di manapun berada.
Yan Fitri mengatakan, kehadiran polisi bukan untuk mengganggu atau menyusahkan, tetapi justru untuk memberi kenyamanan bagi iklim usaha dan pengusahanya untuk menjalankan usaha dengan tenang dan nyaman.
"Keamanan adalah investasi. Tidak ada negara yang maju tanpa keamanan yang memadai," pungkas Yan Fitri.
Kasat Pengamanan objek Vital (Pam Obvit) Polrestabes Surabaya AKBP Minarti mengatakan jika patroli di mal adalah salah satu dari sekian patroli yang dilakukan. Patroli tidak hanya menyasar mal saja, tetapi juga objek vital, titik tertentu, dan juga keramaian.
"Kami setiap harinya terus berpatroli yang dibagi dalam tiga shift," ujar Minarti.
Khusus patroli untuk mal memang dilakukan oleh Satuan Pam Obvit sesuai dengan fungsinya. Dan penggunaan segway, kata Minarti, adalah salah satu cara terbaru bagi polisi dalam melakukan patroli di mal.
"Awalnya ada dua segway. Ke depannya mungkin akan ada lebih banyak lagi segway. Dan tidak di Tunjungan Plaza saja," pungkas Minarti. (iwd/iwd)











































