Berbeda dengan upacara kebanyakan, upacara tersebut digelar di atas air. Puluhan pelajar, mahasiswa, dan para pecinta alam turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Bertempat di tengah Kalimas dan dengan menggunakan perahu karet, upacara tersebut berlangsung khidmat. Tiang bendera yang ditancapkan di atas rakit ditempatkan di tengah pasukan dan barisan perahu karet yang berjajar.
Upacara berlangsung seperti upacara 'normal' kebanyakan. dimulai dengan penghormatan kepada pembina upacara, pembacaan, UUD '45, pembacaan proklamasi, pengibaran bendera, hingga pembubaran pasukan.
"Kami sengaja menggelar upacara di atas air sebagai simbol bahwa air dan sungai merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dalam hidup manusia," ujar Wawan, salah satu panitia kegiatan kepada wartawan, Senin (17/8/2015).
Wawan juga mengharapkan bagi generasi muda agar terus berjuang meneruskan perjuangan para pahlawan, tentu saja di bidangnya masing-masing.
"Terus berjuang melalui karya-karya di bidangnya masing-masing," pungkas Wawan. (iwd/fat)











































