"Olah TKP ini untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Jadi kita melihat aspek apa saja, apakah alam maupun objek lain yang ditinggalkan di TKP. Dan melakukan simulasi bagaimana kejadian kecelakaan kemarin," kata Kasatlantas Polres Jember kepada wartawan di lokasi, Senin (17/8/2015).
Sementara Dishub Jember akan mengevaluasi jalur yang menghubungkan jalan umum dengan perlintasan KA. Sebab selama ini akses jalur itu tidak memiliki analisis dampak jalan umum yang dilintasi kendaraan.
"Kita akan memberikan tindakan yang tegas sesuai dengan hukum yang ada. Semua bangunan terkait dengan jalan baik itu kereta api maupun jalan raya semua harus melalui analisa," kata seorang petugas Dishub Pemprov Jatim Budi Kurniawan.
Tak hanya di Jember, jelas dia, pemprov Jatim akan mengevaluasi seluruh akses jalur yang berdekatan dengan lintasan rel kereta api.
Sekitar pukul 08.45 Wib, Toyota Innova yang ditumpangi 6 orang rombongan satu keluarga dan seorang sopir asal Kabupaten Jombang ditabrak KA Probowangi jurusan Surabaya-Banyuwangi di perlintasan Kaliwates, Jember, Minggu (16/8). Mobil penumpang warna hitam bernopol B 1487 SKQ sempat terseret hingga sekitar 500 meter.
Akibat kecelakaan itu, 4 penumpang dan seorang sopirnya tewas. Sedangkan dua orang penumpang lainnya, Wanda (16) dan Winda (9), anak pasangan Fitria dan Abdul Azis mengalami luka berat. Keduanya dirawat di RS PTP Kaliwates. (fat/fat)











































