Tak ada seragam atau protokoler upacara seperti upacara resmi. Mereka memakai baju ala kadanya dengan khas caping. Mereka menggelar upacara bendera di tanah lapang dekat sawahnya. Tak lupa, para petani ini juga membawa sejumlah alat pertanian mereka saat upacara tersebut berlangsung.
Salah seorang petani Desa Badurame, Kunto Aji mengatakan, dengan upacara bendera ini, petani berharap agar nasib mereka sebagai petani di Indonesia tidak semakin terpinggirkan.
"Harapan kami, pemerintah bisa memperjuangkan nasib petani yang kini sedang dilanda kemarau panjang," kata Kunto Aji kepada wartawan, Senin (17/8/2015).
Dari pantauan detikcom, layaknya upacara bendera yang digelar secara resmi, prosesi upacara bendera ini juga melakukan pengibaran bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
"Upacara ini salah satu bentuk dari rasa nasionalisme para petani desa dan juga sebagai bentuk menghormatan kepada para pahlawan serta pejuang Bangsa. Juga sebagai pengingat akan nasib kami, kaum tani, yang hingga kini masih belum sepenuhnya bisa merasakan arti kemerdekaan," tandasnya.
Setelah upacara bendera, petani desa ini pun membubarkan dan melanjutkan kembali aktivitas bertani mereka di sawah. "Kami ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri bukan menjadi tamu di negeri sendiri," tandasnya.
(fat/fat)











































