Dugaan sementara, korban sengaja bunuh diri dengan cara menenggak cairan beracun. Dugaan itu muncul, karena dalam mobil korban ditemukan sebuah botol obat nyamuk cair. Untuk menyelamatkan nyawanya, korban langsung dilarikan ke IGD RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Hingga kini korban masih dalam perawatan intensif tim medis setempat.
"Waktu jam istirahat kerja, dia (Sukron, red) menelpon mbak Rani (atasannya, Red) sambil nangis. Katanya sudah tidak kuat, di jalan Wijaya Kusuma. Terus saya yang ngecek, dia sudah lemah di dalam mobil," kata Fita, rekan kerja korban.
Keterangan yang diperoleh detikcom, Sukron sengaja keluar kantor saat jam istirahat kerja. Diduga, saat sedang di luar itulah korban membeli obat nyamuk cair di sebuah toko swalayan, lalu menenggaknya di dalam mobil. Korban ditemukan rekannya dalam kondisi kritis di dalam mobil tak jauh dari toko swalayan tersebut.
Belum diketahui pasti motif korban berusaha mengakhiri hidupnya dengan menenggak cairan beracun. Namun kuat dugaan aksi nekat korban berkaitan dengan masalah keluarga.
"Saya yakin masalah keluarga. Kalau soal urusan kerja, saya kira tidak ada masalah. Termasuk sama rekan-rekannya, korban biasa-biasa saja. Korban juga tidak punya beban atau tanggungan apa-apa," tandas M Nizar, salah seorang anggota DPRD Situbondo. (fat/fat)










































