Menurut Sueb, sejak beberapa waktu yang lalu pihaknya memang sudah sering menerima ancaman terkait pencalonan mereka. Ancaman-ancaman tersebut, kata Sueb, ada yang berupa pesan singkat (SMS) bahkan ada yang datang langsung ke pasangannya yang kini dalam perawatan di rumah sakit.
"Kami sudah sering mendapat ancaman agar mundur sebagai calon," kata Sueb kepada wartawan di rumahnya, Selasa (11/8/2015).
Lebih jauh Sueb mengatakan, sesaat sebelum kejadian sebenarnya dia dan Mujianto baru saja menghadiri pertemuan dengan simpatisan mereka. Sebelum berpisah, kata Sueb, malam itu mereka sempat makan soto di sebuah warung di Lamongan.
"Saat berada di warung tersebut, saya sudah punya firasat buruk dan curiga karena seakan-akan ada yang membuntuti saya," jelas Sueb.
Atas kejadian yang menimpa pasangannya ini, Sueb meminta agar aparat kepolisian bertindak cepat untuk mengungkap kasus pembacokan ini.
Pasalnya, selain telah mencederai proses demokrasi, kasus pembacokan ini juga menyangkut nyawa dan proses keamanan selama menjelang pilkada.
"Kami meminta agar polisi segera mengusut tuntas kasus ini," tandasnya.
(bdh/bdh)











































