Bandara Juanda Sempat Diancam Bom, setelah Disisir Kondisinya Clear

Bandara Juanda Sempat Diancam Bom, setelah Disisir Kondisinya Clear

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Senin, 10 Agu 2015 18:18 WIB
Bandara Juanda Sempat Diancam Bom, setelah Disisir Kondisinya Clear
Bandara Juanda (Foto: Zainal Effendi/dok detikcom)
Surabaya - Bandara Juanda dan Garuda Indonesia di Surabaya mendapat ancaman teror bom. Bandara sempat disisir petugas. Kondisinya aman.

Ancaman dikirim melalui faksimile ke Sekretariat General Manager (GM) Juanda Angkasa Pura I di Juanda dan bagian ticketing Garuda Indonesia Surabaya di Jalan Basuki Rahmat.

"Jadi ada dua faksimile yang dikirim, pertama ke kantor saya pukul 10.03 WIB dan kedua di ticketing Garuda Indonesia di Surabaya pukul 10.07 WIB," kata GM Angkasa Pura I Yanus Suprayogi saat dihubungi detikcom, Senin (10/8/2015).

Yanus mengatakan, isi dari ancaman tersebut berbunyi: 'Diperingatkan bahwa pesawat Garuda penerbangan Surabaya-Jakarta akan meledak di udara hari ini demikian informasi kami agar seluruh barang bagasi penumpang dan cargo diperiksa satu persatu demi keselamatan penumpang'.

"Faksimile itu dikirim atas nama Erwin berikut nomornya," lanjut Yanus.

Yanus mengaku, ancaman tersebut langsung direspons dengan melakukan pemeriksaan menggunakan alat-alat pendeteksi bom. "Sesuai Kepmen nomor 31, bila ada kondisi merah (bahaya), maka pengamanan diserahkan kepada Danlanudal," terang Yanus.

Meski ancaman hanya ditujukan kepada Garuda Indonesia, pemeriksaan dilakukan di seluruh sudut dan ruang bandara serta kargo semua maskapai .

"Ada dua pesawat Garuda yang keburu terbang di atas pukul 10.05 WIB. Setiba di Jakarta, pesawat juga diperiksa," ujar Yanus.

Hasil pemeriksaan, kata Yanus, menunjukkan tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Ancaman tersebut tak terbukti. Pukul 15.00 WIB, kondisi dianggap aman (kondisi hijau) sehingga pengamanan bandara diserahkan kembali kepada GM.

"Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak, dan kasus ini sudah ditangani oleh yang berwajib," tandas Yanus. (iwd/try)
Berita Terkait