Saniah Korban Bondet Ternyata Janda 'Ahli Bondet' Pasuruan

Saniah Korban Bondet Ternyata Janda 'Ahli Bondet' Pasuruan

Muhajir Arifin - detikNews
Jumat, 07 Agu 2015 10:58 WIB
Pasuruan - Siti Saniah (36), warga Kota Pasuruan, Jawa Timur, salah satu korban tewas ledakan bom ikan di Kompleks Puri Pattene Permai Makassar ternyata merupakan janda Ahmad Nadzir. Nadzir diketahui merupakan ahli bom ikan (bondet) di Pasuruan yang memproduksi dalam skala besar dan memiliki pasar ke sejumlah daerah termasuk Makassar.

"Dia (Saniah) cerai dengan Nadzir sudah lama, sejak anak-anaknya masih kecil sampai sekarang sudah (duduk di bangku) SD," kata Rohim (35), sepupu Saniah di rumah korban Kelurahan Kebonagung, Gang Kadipaten RT 3/RW S, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Jumat (6/8/2015).

Rohim mengaku tak mengetahui apakah selama ini Saniah masih berhubungan dengan Nadzir. Yang pasti, kata dia, Nadzir tak pernah berkunjung ke rumah tersebut. Begitu pula Saniah sangat jarang pulang sejak pamit menjadi pembantu rumah tangga di Makassar.

Tidak diketahui pula apakah Saniah benar-benar jadi pembantu rumah tangga di rumah yang menjadi pusat ledakan bom ikan di Kompleks Puri Pattene Permai Blok C3  Nomor 11 Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar atau bekerja membuat bondet bersama Hj Romlah, majikannya yang juga tewas dalam ledakan tersebut.

"Saya nggak tahu. Pamitnya dulu yang jadi pembantu. Nadzir juga tak pernah ke sini," ujarnya.

Ahmad Nadzir merupakan ahli bom ikan (bondet) asal Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan yang pernah divonis hukuman penjara dan kini sudah bebas karena kepemilikan puluhan kilo gram bahan peledak jenis TNT yang menyebabkan ledakan dasyat di rumah produksi bondet milik H. Ilham, Jalan Airlangga Gang Anggrek No. 1, Kota Pasuruan, pada Agustus 2007 silam.

Ledakan itu menelan korban tiga korban jiwa, yakni Marsiti dan Yusuf, keduanya adik H. Ilham, dan Mansur, anak H. Ilham. Sementara korban luka-luka sebanyak tiga orang, yaitu Saliyah, Solikan, dan Salim. Selain itu, 14 rumah mengalami rusak parah dan 15 lainnya rusak ringan. Marsiti, salah satu korban, merupakan ibu kandung Saniah.

Nadzir juga dianggap bertanggungjawab atas ledakan rumah di Blok C8 No 4, Perumnas Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Rabu (12/2/2014) yang menewaskan dua orang Syukron (29) dan Adi (33) serta melukai dua lainnya.

Menurut polisi, rumah tersebut digunakan memproduksi detonator bom ikan yang dijual hingga ke Makassar. Syukron merupakan DPO polisi sejak 2009 dan diketahui sudah berbisnis bom ikan sejak 2007 bersama Nadzir. (bdh/bdh)
Berita Terkait