"Ada kebakaran alang-alang di Perumahan Graha Bunder Asri. Kami berangkat dari markas hendak ke situ" ujar Nur Syamsi, salah satu petugas PMK yang ada di atas mobil tersebut, kepada wartawan, Kamis (6/8/2015).
Syamsi mengatakan, mobil disopiri oleh Rudiono. Selain Rudiono, di dalam kabin mobil juga ada Sukamto dan Fauzi. Sementara di luar mobil atau di atas tangki air, ada lima petugas PMK lain yakni Rudi, Indra, Sigit, Yuda, dan Nur Syamsi.
Sukamto yang ada di dalam kabin mengatakan bahwa kecepatan mobil tidak begitu tinggi, sekitar 60 km per jam. Sukamto mengatakan bahwa jalan bergelombanglah yang membuat Rudiono tak bisa menguasai kemudinya.
Sekitar 500 meter sebelum pintu masuk Perumahan Graha Bunder Asri, mobil PMK itu oleng ke kanan menabrak pembatas tengah jalan. Roda mobil juga menabrak tiga pot yang berdiri di pembatas tengah jalan. Tak ingin masuk ke jalur sebaliknya, Rudiono membanting setirnya ke kiri.
"Akibatnya mobil terguling di tengah jalan. Yang ada di luar mobil terpelanting ke aspal jalan," ujar Sukamto.
Yang ada di dalam kabin mobil, kata Sukamto, tidak mengalami luka berarti, hanya lecet-lecet saja. Tetapi dua dari lima petugas PMK yang ada di luar mobil mengalami patah tulang.
"Indra dan Rudi yang patah tulang," kata Sukamto.
Posisi mobil yang berada di tengah jalan membuat polisi melakukan contra flow mulai dari pertigaan Masjid Agung hingga u turn di depan Samsat Gresik. Kemacetan tak bisa dihindari. Hingga pukul 12.30 WIB, evakuasi masih dilakukan.
(fat/fat)











































