Dalam aksinya, tersangka menggunakan senjata pistol mainan milik anaknya. Meski beraksi seorang diri, tersangka berhasil membawa kabur uang senilai Rp 30,6 juta.
Namun apes, aksi tersangka membawa kabur uang jarahannya gagal, sebab dia mendapat perlawanan dari salah seorang karyawan minimarket.
Bahkan tersangka sempat berkelahi sebanyak dua kali hingga di halaman minimarket. Dan saat bergumul dengan salah seorang karyawan, sejumlah warga segera berdatangan dan menangkapnya. Kemudian menyerahkan tersangka ke polisi.
Di hadapan petugas, tersangka mengaku nekad merampok sebab terlilit utang sebesar Rp 20 juta. Selain itu tersangka memang punya kebiasaan hidup mewah, sementara ia hanya bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan gaji sangat minim.
"Tersangka memnag mengaku butuh uang untuk bayar hutang. Dan dia merampok seorang diri," ujar Kapolsek Geger AKP Basuki kepada detikcom Kamis (6/8/2015).
Sementara menurut pengakuan tersangka, ia punya ide merampok setelah melihat beberapa aksi kejahatan di internet. "Saya belajarnya dari YouTube. Dan pistol yang saya pakai itu pistol milik anak saya," kata tersangka.
Kini tersangka mendekam di kantor polisi dan terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. Sementara polisi masih mengembangkan kasusnya. (bdh/bdh)










































