Dua warung milik Sahir (44) dan Fitria (36), serta sebuah gesibu di tepi jalan ditabrak truk P 9102 UY hingga hancur berantakan. Tak hanya bangunan warung, aneka perabot dan barang dagangan di dalamnya banyak yang rusak.
Seorang nenek bernama Tasna, terpaksa juga harus dilarikan ke IGD RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Saat kejadian, wanita 60 tahun itu sedang berada di dalam warung milik anaknya, Sahir. Tasna mengalami patah tulang lengan dan sejumlah luka akibat tertimpa reruntuhan warungnya yang ambrol tertabrak truk.
"Waktu kejadian di warung tidak ada pembeli. Dia (Tasna, red) sedang duduk-duduk sendiri habis makan," ujar Niya, warga di lokasi kejadian.
Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, insiden kecelakaan itu bermula saat truk P 9102 UY bermuatan batako melaju dari arah barat ke timur. Truk sedianya hendak mengantar kiriman batako ke lokasi proyek. Saat berjalan di jalanan menikung dan menanjak, truk rupa-rupanya tidak kuat hingga mesinnya mati.
Saat itulah, truk langsung berjalan mundur. Karuan saja, sopir truk Sarwini (39), warga Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji, seketika jadi panik.
"Saya tambah panik karena rem truk tiba-tiba juga tidak berfungsi. Muatan truk memang cukup berat, sekitar 6 sampai 7 ton," tandas Sarwini.
Polisi yang datang ke lokasi segera mengevakuasi bangkai truk yang masih berada di dalam lokasi warung yang ambrol. Truk P 9102 UY itu langsung diamankan ke kantor polisi. Dugaan sementara, kecelakaan akibat muatan truk terlalu berat, hingga truk tidak kuat berjalan di jalanan menanjak.
"Tapi untuk kepastiannya masih akan diselidiki. Termasuk total kerugiannya masih ditaksasi," tegas Aiptu Siswanto, anggota Satuan Lantas Polres Situbondo di lokasi kejadian. (fat/fat)











































