Soekarwo mengatakan, kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah problem yang serius untuk ditangani.
"Model yang dikembangkan Alfamart melalui Alfamart Class seperti ini adakah model sinergi ABG yaitu Academic-Business-Government. Ini bagus untuk ditiru pihak swasta lainnya dalam menangani problem SDM," jelas pria yang akrab disapa Pakde Karwo usai acara, Senin (3/8/2015).
Memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini, kata dia, SDM di Jawa Timur harus memiliki kompetensi. "Kompetensi ini bisa diciptakan dengan membuat standarisasi. Salah satunya seperti yang dilakukan Alfamart," lanjutnya.
Pakde Karwo juga meyakini, semakin banyak sektor swasta yang terlibat memajukan SDM di JawaTimur akan berimplikasi positif terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur
"Gagasan Indonesia Incorporated harus terus didorong," tegasnya.
Indonesia Incorporated ini adalah konsep multisinergi sektor pemerintah dengan sektor korporasi atau swasta dan masyarakat dalam mengelola serta mewujudkan pembangunan ekonomi yang terintegrasi.
"Kalau di negara maju, Research and Development (R and D) dibiayai sektor swasta. Kalau di sini belum bisa sepenuhnya swasta terlibat. Problem yang terjadi kadang-kadang, pihak swasta A yang melakukan R and D tapi diambil oleh pihak swasta lainnya. Ini karena swasta belum melakukannya secara menyeluruh," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Timur Syaiful Rachman mengatakan, peran swasta dalam menggerakkan kualitas SDM di Jawa Timur sangat dibutuhkan.
"Tak hanya Alfamart, harapan kami nantinya muncul semakin banyak sektor swasta lain yang ikut berkontribusi," katanya.
Terkait Alfamart Class ini, Syaiful berpendapat program ini memiliki arah positif mengentaskan pengangguran. "Mereka yang sudah tersertifikasi dalam program ini punya pilihan, kalau tidak bergabung dengan perusahaan Alfamart atau membuka toko ritel sendiri namun dengan standar seperti yang diterapkan Alfamart," lanjutnya.
Corporate Affairs Director Alfamart Solihin dalam kesempatan yang sama mengatakan, program Alfamart Class ini sebetulnya sudah lama diimplementasikan di Jawa Timur. "Tapi baru 3 SMK yang bekerja sama. Kali ini ada 53 SMK yang secara resmi akan menerapkan kurikulum Alfamart Class," jelasnya.
Ke depan, akan lebih banyak SMK yang menerapkan kurikulum Alfamart Class di Jawa Timur. Ini mengingat, jumlah kebutuhan tenaga kerja di sektor ritel cukup besar. (iwd/iwd)











































