Namun di lokasi proyek EPC 1, terlihat polisi dari Polres Bojonegoro dibantu Brimob Polda Jatim masih berjaga. Hilir mudik kendaraan operasional juga tidak terlihat. Proses inventarisir kerusakan yang terjadi akibat rusuh pekerja juga masih berlangsung. Belum jelas berapa kerugian yang harus ditanggung pihak Tripatra maupun Sub Kontraktornya.
"Belum tahu berapa nilai kerugian. Masih kita inventarisir saat ini karena juga masih ada proses olah TKP di lokasi," Humas PT Tripatra, Budi Karyawan kepada detikcom sebelum rapat tertutup bersama di rumah dinas bupati, Senin (3/8/2015).
Dia menjelaskan, semua kendaraan yang dirusak massa telah diasuransikan sebelum dikontrak oleh PT Tripatra. Tapi kendaraan yang dikontrak oleh sub kontraktor tidak diketahui diasurasikan atau belum. Sebab ada beberapa mobil milik sub kontraktor yang juga menjadi korban perusakan. Diantaranya mobil security yang ikut dibakar.
Hingga pukul 12.00 WIB, rapat tertutup antara muspida dengan Exxon Mobil, EMCL, Tripatra, SKK Migas masih berlangsung. Rapat ini untuk mendapatkan solusi pasca rusuh pekerja di proyek EPC 1.
"Kita rapat untuk memediasi pasca kerusuhan. Kita undang pihak terkait supaya masalah ini segera terselesaikan," jelas Bupati Bojonegoro Suyoto kepada wartawan. (fat/fat)











































