"Ada dua orang yang saya dengar masuk rumah sakit karena terinjak hingga terluka. Mereka pekerja sub kontraktor PT Angkasa," kata Budi Karyawan, Humas PT Tripatra kepada detikcom, Minggu (2/8/2015).
Budi menjelaskan, dari dua orang tersebut, salah satunya sudah diperbolehkan pulang. "Dalam waktu dekat, salah satu korban luka diperbolehkan pulang. Sedangkan yang satu lagi sudah boleh pulang," tambahnya.
Ribuan pekerja proyek pengeboran minyak Blok Cepu mengamuk dan merusak beberapa aset dan bangunan, saat jam istirahat sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (1/8/2015).
Mereka mengecam kebijakan manajemen yang hanya membuka satu pintu saat jam istirahat. Padahal sebelumnyam 5 ribu pekerja proyek yang keluar untuk istirahat dibukakan 4 pintu.
Bupati Bojonegoro Suyoto menyesalkan peristiwa ini. Bupati menginstruksikan mencari bukti dan tuntutan apa yang dikeluhkan.
"Tuntutan pegawai yakni mencari nama "Joko dan Joko" yang dianggap mengubah kebijakan. Yaitu kebijakan jam istirahat untuk makan, semula 4 pintu dibuka, sekarang hanya satu pintu. Ketika ribuan orang lapar dan kepanasan kayak gini antre satu pintu, akhirnya marah ke security," kata Bupati Suyoto kepada wartawan di lokasi, Sabtu (1/7). (fat/fat)










































