Penyelesaian jaringan pipa tersebut meleset dari target awal yakni kuartal III 2015. Terdapat hambatan dalam proses sosialisasi menjadi penyebab terhambatnya pemasangan pipa. Meski demikian, secara umum pemasangan pipa berjalan normal.
"Jika sudah selesai akan ada masa uji coba, baru mulai dialiri. Untuk komersial, mungkin baru 2016," kata Public Relation and CSR Manager PT Pertamina Gas (Pertagas), Hatim Ilwan, Sabtu (1/8/2015).
Pembangunan pipa yang melintasi Kabupaten Pasuruan dibagi dalam tiga segmen. Segmen I melintasi Kecamatan Beji, Rembang, Kraton, Bangil hingga Pohjentrek. Sementara Segmen II melintasi Kecamatan Pohjentrek, Rejoso hingga kawasan Puslatpur Marinir di Grati, dan segmen III dari lahan Puslatpur ke Indonesia Power Grati.
"Saat ini proses sosialisasi di segmen II. Tinggal tiga kecamatan yang akan kami lakukan sosialisasi. Kami sudah koordinasi dan mendapat persetujuan Pemkab. Kalau sosialisasi selesai langsung kita pasang," jelasnya.
Proyek pipanisasi ini menggunakan konsep open access, berkapasitas 125 Million Standard Cubic Feet per Day (MMMSCFD), bertitik awal dari Porong. Instalasi pipa ini menghabiskan dana USD 87 juta.
"Tahap awal akan disalurkan PLTGU Indonesia Power (IP) di Grati yang sudah menjalin MoU. Nantinya kami yakin dimanfaatkan industri yang ada di sekitar wilayah yang dilewati pipa seperti di kawasan PIER dan untuk gas kota," terang Hatim. (fat/fat)