Polres Pelabuhan Tanjung Perak mempersiapkan pengamanan Pilkada dengan menggelar simulasi pengamanan pilwali. Simulasi digelar dengan mengambil setting senyata mungkin kejadian kerusuhan saat pilwali berlangsung.
Dari pengamatan detikcom, Sabtu (1/7/2015), simulasi dibuat menggambarkan ada sekelompok warga yang hendak mensabotase kotak suara. Polisi yang mengetahui hal tersebut langsung berupaya menggagalkannya.
Tim negosiator maju untuk melakukan perundingan meredam upaya sabotase tersebut. Ternyata perundingan itu gagal. Warga tetap pada niatnya untuk menguasai kotak suara. Situasi pun semakin memanas.
Entah siapa yang memulai, tiba-tiba saja kericuhan berlangsung. Unit dalmas dan raimas langsung bertindak membubarkan paksa warga. Sejumlah warga yang dianggap sebagai provokator terlihat diamankan.
Setelah situasi reda, polisi mengambil kotak suara lalu membawanya ke kantor KPU setempat menggunakan patroli setempat.
"Simulasi ini kami gelar sebagai latihan pengamanan pilkada yang akan digelar di Surabaya. Simulasi kami lakukan agar anggota tidak kaget saat berlangsun kejadian yang sebenarnya," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Arnapi. (fat/fat)











































