"Sama kok, sama-sama dari faksimile. Isinya juga sama. Jamnya saja yang beda," kata Kasubbag Humas RSU Haji Sukolilo Djati Setyo Putro saat dihubungi detikcom, Kamis (30/7/2015).
Jika ancaman bom yang diterima RS Mitra Keluarga menunjukkan waktu 16.10 WIB dan RSAL dr ramelan menunjukkan waktu 16.14 WIB, maka pengirim teror bom mengirim faksimile ke RSU Haji Sukolilo pada pukul 16.26 WIB.
"Dikirimnya Rabu (29/7/2015), tetapi kami baru mengetahuinya keesokan hari pukul 08.00 WIB. Staf kami kan sudah pulang pukul 15.30 WIB," lanjut Djati.
Namun pihak RSU Haji Sukolilo tidak langsung melaporkan temuan itu ke polisi. Polisi baru menerima laporan sekitar pukul 12.00 WIB, tadi siang. Dan setelah melalui pertemuan, akhirnya tim gegana didatangkan pada sore hari untuk melakukan penyisiran.
"Kami mendengar adanya temuan teror bom di RSU Haji Sukolilo. Dan kami tanggapi itu, kami mendatangi rumah sakit," ujar Kanit Reskrim Polsek Sukolilo AKP Akhyar.
Dan setelah dilakukan penyisiran, memang tidak didapati bom ataupun benda mencurigakan lain di sekitar rumah sakit. (fat/fat)











































