"Yang kita dropping lokasi yang masyarakatnya sangat kesulitan air bersih, yang menempuh jarak 3 kilo meter atau lebih untuk mendapatkan air. Di bawah itu, dropping air bersih harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten atau kota," kata Gubernur Jatim Soekarwo, usai menghadiri Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan, Kamis (30/7/2015).
Sebanyak 24 daerah di Jatim berpotensi mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang dari tahun sebelumnya. Dari 24 daerah, Kabupaten Bojonegoro sudah mengalami kekeringan.
"Tahun lalu 23 daerah kekeringan, sekarang 24, bertambah 7 desa di Kecamatan Saradan, Madiun," jelasnya.
Tahun ini BPBD Jatim juga akan melakukan pembangunan insfrastruktur dan sarana prasarana air bersih diantaranya pipanisasi, pembangunan tandon dan lainnya. Insfrastruktur air bersih dianggap sebagai solusi terbaik mengatasi kekeringan yang terjadi setiap tahun. (fat/fat)










































