"Itu ulah orang pengecut, ngawur," kata Hondi saat dihubungi detikcom, Kamis (30/7/2015).
Hondi mengaku kaget saat mengetahui namanya dicatut dalam kasus teror bom tersebut. Apalagi pengirim teror bom itu juga dengan lengkap menyertakan nomor ponselnya.
Hondi menduga ada motif bisnis dalam kasus tersebut. Hondi adalah seorang pebisnis, dan dalam bisnis suatu cara kotor mungkin saja bisa dilakukan orang yang benci dengan dirinya.
"Kayaknya bisnis. Mungkin musuh saya, mungkin juga suruhan orang lain," lanjut Hondi.
Hondi mengaku sudah dihubungi pihak kepolisian. Dan dia diutus ke kantor polisi untuk dimintai klarifikasi. Dan Hondi bersedia untuk itu serta sesegera mungkin akan melakukan klarifikasi agar namanya tidak tercemar.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete mengatakan bahwa pengirim faksimile berisi ancaman bom itu berposisi di Kalimantan. Hondi sendiri berasal dari Kalimantan Selatan. Tetapi dia sudah menjadi warga Surabaya.
"Saya sudah tinggal di Surabaya puluhan tahun. Posisi saya tiap hari ya ada di Surabaya," tandas Hondi. (fat/fat)











































