"Semua wilayah ada pilkada hanya 19 daerah. Polres lainnya (tidak ada pilkada) akan membantu," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf kepada wartawan usai acara Silaturahmi kerukunan umat beragama di Balai Prajurit komplek Makodam V Brawijaya, Rabu (29/7/2015).
Mantan Wakabareskrim Mabes Polri ini menegaskan, pihaknya tidak membedakan mana saja daerah (pilkada) yang rawan.
"Nggak ada yang dibedakan, semua kita antisipasi. Kegiatan, tahapan pasti ada tahapan yang critical point yang harus kita antisipasi. Ya semua itu kita harus antisipasi," terangnya sambil mencontohkan, pada saat pendaftaran, polisi menjaga kantor KPU, bakal calon kepala daerah yang mendaftar, manusia (massa pendukung), kegiatan, tempat, hingga barang-barang yang berkaitan dengan pilkada.
Ketika disinggung mengenai potensi kerawanan di 3 daerah (Surabaya, Pacitan dan Kabupaten Blitar) yang pasangan calon kepala daerah hanya tunggal, Anas mengaku tidak ada perhatian khusus bagi daerah tersebut.
"Ya semua menjadi perhatian kita, semua kita antisipasi. Artinya, potensi yang bisa menimbulkan sesuatu masalah, kita harus bisa antisipasi," terangnya.
"Saya tidak ingin berfikir underestimate. Saya harus fokus, all out untuk menjaga keamanan. Semua kita waspadai, tidak ada daerah ini daerah itu," tandasnya. (roi/bdh)











































