Saat ditemukan, kunci pemicu granat sudah dalam keadaan terlepas. Pria 40 tahun itu bahkan sempat membawa pulang bahan peledak berbahaya itu ke rumahnya, di perumahan korban banjir di Desa setempat.
Kusnadi yang tidak tahu besi yang ditemukannya itu granat, bermaksud hendak menjualnya ke pengepul barang rongsokan. Beruntung, ada tetangganya yang tahu hingga langsung melarang Kusnadi menjual granat nanas tersebut.
"Saya tidak tahu kalau itu bom. Saya kira besi biasa," kata Kusnadi.
Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, Kusnadi menemukan granat nanas itu saat sedang mencangkul di lahan jagungnya, di Desa Talkandang Kecamatan Situbondo. Kusnadi terkejut saat cangkulnya tiba-tiba membentur benda keras. Bahkan akibat terkena cangkul, granat itu sempat terpental.
Saat ditemukan, kunci pemicu granat sudah terlepas. Beruntung saja tidak sampai meledak. Tak sadar jika yang ditemukan benda berbahaya, Kusnadi segera mengambilnya dan membawanya pulang.
"Betul, yang ditemukan itu jenis granat nanas. Aktif atau tidak masih akan diselidiki. Yang jelas, granat sudah kami amankan," tandas KBO Reskrim Polres Situbondo, Ipda Facthur Rahman.
Polisi juga belum bisa memastikan asal usul granat tersebut. Apakah sisa dari zaman penjajahan atau lainnya. (fat/fat)











































