Anas yang merupakan mantan anggota DPR RI fraksi PKB periode 2004-2009 ini justru getol diusung PDI Perjuangan dan 5 partai lainnya. Lalu, kemana arah rekomendasi cabup-cawabup PKB?
Sesuai SK DPP nomor 5714/DPP.03/5/A.1/7/2015, telah ditetapkan HM Joni Subagio sebagai Calon Bupati (Cabup) dan Ahmad Munib Syafaat sebagai Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang diusung PKB dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang di Banyuwangi.
Gayung bersambut, Ketua DPC PKB Joni Subagio menyatakan SK rekomendasi calon Bupati ini sudah turun sejak Selasa (7/7/2015) lalu. Namun DPP sempat memintanya untuk berpikir ulang sebelum menerima SK tersebut, menyusul turunnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan anggota dewan mundur permanen saat menjadi Cabup dan Cawabup. Dan Joni memutuskan untuk tetap menerima SK tersebut dengan konsekuensi apapun. Keduanya akan melenggang menyusul pendaftaran pasangan Cabup Cawabup Anas-Yusuf dengan mendaftar ke KPU besok, Selasa (28/7/2015).
Tak gentar Joni menyerukan PKB sebagai partai warga nadliyin harus mampu meraih harapan menyukseskan rekomendasi dari partai.
"Kita harus berjuang mensukseskan rekomendasi ini, PKB sebagai partainya warga Nahdliyin, harusĀ sukses meraih harapan kita bersama dalam mewujudkan negara yang Rahmatan Lil Alamin," tegas Joni Subagio, Senin (27/7/2015).
Meski begitu, Anas yang dibesarkan oleh NU hingga kini masih optimis pihaknya akan mendapat dukungan dari partai lainnya. Perihal tak diberinya rekomendasi pada Anas, ia menyadari jika perbedaan pendapat itu wajar dan ke depan ia berharap akan ada ruang untuk bisa bekerjasama.
"Ya kita tunggu sampai tanggal 3. (Tentang dukungan dari PKB) Saya sih berharap demikian, ibarat suami istri bertengkar kalau baikan akan lebih mesra lagi. Yang membesarkan saya adalah NU dan para kiai menyarankan ruang untuk kolaborasi dengan partai lain," pungkas Anas. (ugik/try)










































