38 Desa di Lamongan Potensi Kekeringan, Dua Armada Disiapkan

Eko Sujarwo - detikNews
Senin, 27 Jul 2015 13:18 WIB
Lamongan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan memprediksi ada 38 desa di 10 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan. BPBD pun menyiapkan dua unit armada untuk menyalurkan air bersih secara gratis.

Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Suprapto kepada wartawan, Senin (27/7/2015) mengatakan, analisa wilayah yang diprediksi mengalami kekeringan itu berdasar data kekeringan dua tahun lalu.

"Data dua tahun lalu itu masih relevan tapi akan terus diupdate berdasar kejadian terbaru," ujar dia.

Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, dia menyebut BPBD sudah menyiapkan dua unit armada pengangkut air. Setiap kendaraan tersebut memiliki kapasitas angkut air hingga 6 ribu liter.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan air bersih gratis tersebut bisa mengirimkan surat yang ditandatangani Kades dengan mengetahui Camat setempat.

Surat tersebut agar ditujukan kepada Bupati Lamongan dengan tembusan kepada BPBD. "Permintaan bantuan air bersih di luar 38 desa tersebut tetap akan dilayani asal ada surat permintaan dari desa bersangkutan," imbuh dia.

Lebih jauh, Suprapto menjelaskan, sebanyak 38 desa yang berpotensi mengalami kekeringan tersebut diantaranya Desa Sendangrejo, Kebet, Kramat dan Rancangkencono di Kecamatan Lamongan.

Kemudian Desa Dinoyo di Kecamatan Deket, Desa Jotosanur, Pangumbulan Aji dan Wonokromo di Kecamatan Tikung serta Desa Canggah, Tambak Menjangan dan Sarirejo di Kecamatan Sarirejo.

Sedangkan di Kecamatan Kembangbahu diantara desa dengan potensi kekeringan adalah Kaliwates, Maor, Puter, Kedungasri, Randu Bener, dan Kembangbahu. Sedangkan di Kecamatan Kedungpring ada Desa Banjarejo, Mojodadi, Sukomalo dan Blawirejo.

Sementara itu, Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Pengairan Lamongan Handoyono menyebutkan kapasitas 44 waduk dan rawa saat ini menyisakan 35.814.998 meter kubik atau 32,38 persen dari kapasitas maksimal 110.608.905 meter kubik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 waduk sudah tidak berisi air seperti Waduk Mojomanis dan Lopang di Kecamatan Kembangbahu, Waduk Takeran, Dukuh, Delikguno dan Tuwiri di Kecamatan Tikung, serta Waduk Canggah di Kecamatan Sarirejo dan Waduk rande di Kecamatan Deket.

Sedangkan waduk yang masih berisi air diantaranya Waduk Rancang di Kecamatan Lamongan yang menyisakan 6.914 meter kubik air dan Waduk Joto di Kecamatan Tikung masih menyisakan air 57.271 meter kubik.

Sementara Waduk Gondang di Kecamatan Sugio masih terisi air 7,6 juta meter kubik, Waduk German di kecamatan yang sama masih memiliki air 1.237.500 meter kubik dan Waduk Prijetan di Kedungpring masih terisi 1.030.145 meter kubik. Rawa Jabung di Kecamatan Sekaran juga masih melimpah air hingga 20 juta meter kubik atau sebesar 53,26 persen dari kapasitas maksimal yang sebesar 37.660.000 meter kubik.

Berkaitan dengan potensi kekeringan di 38 desa di Lamongan tersebut, Bupati Lamongan, Fadeli melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor BPBD Lamongan. Di kantor BPBD ini, Fadeli mengecek kesiapan personel BPBD dan juga sejumlah alat termasuk truk tangki yang akan dipakai untuk melakukan dropping air bersih ke desa. (bdh/bdh)