Puter Kayun, Tradisi Khas di Banyuwangi yang Awet

Puter Kayun, Tradisi Khas di Banyuwangi yang Awet

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 26 Jul 2015 17:17 WIB
Puter Kayun, Tradisi Khas di Banyuwangi yang Awet
Foto: Ardian Fanani Ivant
Banyuwangi - Sebagai wujud syukur atas rezeki lebaran dan mempererat silaturahmi, ratusan warga Suku Using di Desa Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi, Jawa Timur, menggelar Tradisi Puter Kayun, Minggu (26/7/2015).

Dalam tradisi tersebut, puluhan warga bersama keluarganya, berpawai menumpang dokar, sejauh 20 km dari Boyolangu menuju Pantai Watu Dodol di Kecamatan Kalipuro.

Tradisi ini sebelumnya merupakan lebaran para kusir dokar, setelah seminggu lebih mereka bekerja saat lebaran. Mereka selama 7 hari di hari lebaran mereka mengais rejeki mengantarkan masyarakat berlebaran.

Namun saat ini, sekarang tradisi itu tak menjadi monopoli para kusir dokar. Masyarakat pun ikut menikmati tradisi yang telah berlangsung turun menurun ini.

Panitia Puter Kayun Helmi Mukafi mengatakan, Puter Kayun ini merepakan tradisi yang dilaksanakan setiap Setiap tanggal 10 Syawal, setelah lebaran.

Menurutnya, tradisi ini merupakan penghormatan atau napak tilas Mbah Buyut Jakso yang berjasa dalam membuka akses jalan dari Kelurahan Boyolangu menuju Watudodol, bahkan hingga ke Situbondo.

"Buyut Jakso merupakan orang yang berjasa membuka akses jalan Banyuwangi - Situbondo. Dengan kesaktiannya, mampu membuka akses jalan di Watudodol yang tidak bisa dilakukan oleh siapapun saat itu," ungkap Helmi.

Sementara itu salah satu  tokoh masyarakat Boyolangu yang juga berprofesi sebagai kusir dokar, Rugito, mengatakan acara ini merupakan pesan dari Ki Buyut Jakso agar anak cucu keturunannya berkunjung ke Pantai Watu Dodol untuk melakukan napak tilas.

"Zaman dahulu hampir semua masyarakat Boyolangu adalah kusir dokar, sehingga saat Puter Kayun dilakukan dengan mengendarai dokar," ungkap Rugito.

Sesampainya di pantai, warga menghabiskan waktu bermain dan makan bersama keluarga. Selain itu, sebagian masyarakat juga mandi di pantai serta menabur bunga di laut sekaligus berdoa bersama untuk nenek moyang saat membuka akses jalan tersebut. (ugik/ugik)
Berita Terkait