Foto Kyai Dilarang Disebar di Arena Muktamar NU

Foto Kyai Dilarang Disebar di Arena Muktamar NU

Jajeli Rois - detikNews
Kamis, 23 Jul 2015 18:32 WIB
Surabaya - Menghindari kesan politik di Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melarang foto kyai, khususnya bagi kadindat Rois A'am PBNU tersebar di arena muktmar.

Hal itu disampaikan ketua Panitia Daerah Muktamar ke 33 NU Saifullah Yusuf kepada wartawan di kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Kamis (23/7/2015).

"Kami tidak ingin terjadi seperti di Muktamar NU di Makassar. Jika ada foto kyai, akan langsung ditertibkan oleh panitia. Ini sudah keputusan PBNU," ujarnya.

Saifullah Yusuf yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur ini menerangkan, Muktamar NU bukan forum dukung-mendukung calon Rois A'am. Menurutnya, Muktamar NU adalah forum khidmat para ulama dan warga nahdliyin. Selain menjalankan organisasi, juga membahas masalah keagamaan dan kebangsaan.

"Yang utama adalah konsolidasi demi kebaikan bangsa ke depan," terangnya sambil menambahkan, tema Muktamar ke 33 NU di Jombang adalah 'Meneguhkan Islam NUsantara untuk Membangun Peradaban Indonesia dan Dunia'.

Dalam kesempatan tersebut, pria yang biasa disapa Gus Ipul menerangkan, persiapan Muktamar ke 33 NU di Jombang sudah mencapai 90 persen. Katanya, peserta muktamar diperkirakan mencapai sekitar 3.500-4000 orang. Dan dihadiri sekitar 40 ribu orang dari berbagai penjuru daerah di Indonesia.

Pembukaan Muktamar ke 33 NU kali ini berbeda dengan muktamar sebelumnya. Biasanya muktamar dibuka pada pagi hari, sedangkan Muktamar ke 33 yang dipusatkan di Alun-alun Jombang, akan dibuka pada malam hari, langsung oleh Presiden Ri Joko Widodo.

Para peserta NU akan menginap di empat pondok pesantren besar di Jombang. Ponpes tersebut juga sekaligus tempat rapat komisi I, II dan III di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas. Komisi IV di Ponpes Mambaul Ma'arif, Denanyar. Komisi V di Ponpes Darul Ulum, Peterongan. Komisi V di Ponpes Tebuireng. (bdh/bdh)
Berita Terkait