Namun, penggantian kerusakan akan diberikan setelah ada hasil tes, apakah solar dari SPBU tercampur air atau tidak, sehingga menjadi penyebab kerusakan kendaraan.
"Kita cek dulu di laboratorium sampel yang sudah kita ambil," kata Asisten Manager External PT Pertamina Marketing Operatin Regional V, Heppy Wulansari saat dihubungi detikcom, Kamis (23/7/2015).
Heppy menceritakan ada kejadian serupa dan terbukti solar yang dibeli tercampur air. "Dulu ada kejadian, setelah isi solar, mobilnya langsung tidak bisa distater. Kalau kasus yang sekarang ini sempat jalan dulu baru mogok. Makanya kita lakukan penelitian dulu," ungkap dia.
Ia juga menegaskan jika seluruh Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa Timur seluruhnya berkualitas sama dan sesuai dengan spesifik.
"Semua BBM di Jatim sama distribusinya dari kapal tanker. Kalau satu bermasalah berarti se Jawa Timur BBM nya juga bermasalah. Makanya kita cek dulu di lab," ujarnya.
Jika terbukti, pihaknya akan segera menghubungi konsumen dan melakukan penggantian kerusakan mesin kendaraan.
"Sejauh ini hanya satu SPBU, SPBU Veteran, Bojonegoro saja yang dilaporkan," pungkas Heppy. (fat/fat)










































