Momen ini dimanfaatkan pedagang untuk menjual janur pembuat ketupat. Daun kelapa yang masih muda tersebut laris manis diserbu warga yang ingin berlebaran ketupat.
"Saya jualnya malah sebelum lebaran. Kan ada yang sudah makan ketupat pas lebaran," kata Lutfi, salah satu penjual janur ketupat di Pasar Tembok Dukuh kepada detikcom, Kamis (23/7/2015).
Lutfi mengatakan, yang dia jual bukan hanya janur, melainkan juga selongsong ketupat dan selongsong lepet. Bila janur dijual seharga Rp 7.500 per ikat, maka selongsong ketupat dan lepet dihargai Rp 10 ribu per lusin.
"Yang paling laku selongsong ketupat," lanjut Lutfi.
Dalam sehari, Lutfi mengaku bisa meraup keuntungan hingga Rp 600 ribu. Itu didapatkan setelah berjualan sejak pagi hingga sore hari. Untuk janur sendiri, Lutfi biasanya mendapat pasokan dari Lumajang. Setiap pagi, janur yang masih berbentuk bonggol tersebut diantar oleh penjualnya.
Lutfi mengaku berjualan janur dan selongsong ketupat adalah pekerjaan musiman. Bila musimnya sudah habis, ia akan kembali ke sebuah kafe tempatnya bekerja.
"Saya akan jualan sampai Jumat (24/7/2015) besok," pungkas Lutfi. (fat/fat)










































