Bupati Abdullah Azwar Anas geram dengan isu yang menyebut dirinya kecewa dengan PKB karena belum memperoleh rekomendasi sebagai calon bupati Banyuwangi periode 2015-2020.
Bupati Anas yang selama 5 tahun memimpin Banyuwangi cukup berhasil ini berharap semua pihak bisa mengedepankan politik yang bertika, santun dan tidak memecah belah.
"Di tengah situasi seperti ini, kami menyesalkan ada yang ingin mencoba memanaskan situasi. Saya adalah kader PKB dalam kondisi apa pun. Saya menyesalkan jika kemudian pernyataan saya justru diputarbalikkan," kata Bupati Anas kepada detikcom, Kamis (16/7/2015).
Upaya memanaskan Banyuwangi oleh berbagai pihak dengan menghembuskan isu tersebut juga mendapat reaksi dari Ketua PC Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi KH Masykur Ali.
KH Masykur Ali berharap stabilitas sosial-politik bisa tetap terjaga dengan baik agar tidak berdampak pada kehidupan masyarakat luas.
"Dinamika demokrasi yang ada harus bisa mencerdaskan masyarakat, antarkandidat tidak saling menjatuhkan. Beri pendidikan politik yang baik dengan mengedepankan adu program, adu visi-misi," ujar Masykur,
Menanggapi pernyataan Bupati Anas yang masih menunggu rekomendasi dari DPP PKB untuk kembali mencalonkan diri pada Pilkada 9 Desember mendatang, dianggapnya sebuah kewajaran. Meski merupakan kader PKB, Anas belum mendapatkan rekomendasi.
"Itu pernyataan normatif dari Anas. Selama ini hubungan NU dan PKB bagus. Saya kira tidak perlu didramatisasi. Kita semua ingin NU bisa tetap punya peran kuat di Banyuwangi bersinergi dengan elemen-elemen lainnya," ujarnya.
Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB Kecamatan Siliragung, Abdul Qodir, mengatakan pernyataan Anas dalam forum NU tersebut justru membuktikan Anas loyal kepada PKB.
"Anas masih setia menunggu rekomendasi PKB. Dia juga selalu jadi kader PKB. Di mana-mana dia ngomong jika dia kader PKB," ujar Qodir.
Bahkan, menurut dia, Anas ketika berikhtiar maju dalam pemilihan legislatif DPR RI 2009 lalu lewat Dapil Banyuwangi namun oleh PKB ditugaskan ke Dapil Pacitan dan sekitarnya, Anas tidak frustrasi. Dia tetap jadi kader PKB. Dengan semua dinamika yang ada, justru Anas tetap menyatakan sebagai kader PKB.
"Menurut kami, Anas menunjukkan dia sebagai kader PKB setia menunggu rekomendasi dengan melewati semua tahapan pencalonan yang digariskan oleh partai. Anas sebagai kader PKB tetap menunggu arahan dari DPP PKB," jelas Qodir. (ugik/ugik)











































