Bunyikan Petasan, Mahasiswa Unibra Dikeroyok Satpol PP Tuban

Bunyikan Petasan, Mahasiswa Unibra Dikeroyok Satpol PP Tuban

Dion Fajar - detikNews
Selasa, 14 Jul 2015 16:18 WIB
Tuban - Seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibra) Malang menjadi korban arogansi petugas Satpol PP Kabupaten Tuban. Korban dikeroyok sejumlah petugas hingga babak belur, hanya karena membunyikan petasan di alun-alun Tuban.

"Nama saya Ardiansyah Riski (22), tinggal di Kelurahan Doromukti (Kabupaten Tuban)," kata korban menjawab pertanyaan wartawan, saat melapor kekerasan yang dialami ke Satreskrim Polres Tuban, Selasa (14/7/2015).

Peristiwa memilukan itu terjadi malam hari, setelah korban buka bersama teman-teman semasa SMA. Korban bersama rekannya, Wijanarko (22), pergi ke alun-alun Tuban. Kemudian mereka membunyikan Petasan yang dibelinya di pinggir jalan.

Apesnya, Petasan itu meletus saat mobil patroli Satpol PP melintas. Korban dan Wijanarko pun ditangkap. "Dikejar, ketangkapnya di sebelah kantor kejaksaan," ceritanya.

"Saya nggak sempat bicara banyak langsung dipiting dan dijegal sampai jatuh, kemudian dipukuli ramai-ramai. Sekitar lima sampai tujuh anggota Satpol PP berseragam lengkap," lanjutnya menjelaskan kronologis kejadian.

Wijanarko yang melihat korban dikeroyok sempat berusaha melerai. Namun Ia malah ikut menjadi korban penganiayaan petugas. Selanjutnya kedua mahasiswa inipun diamankan ke kantor Satpol PP yang berada di Pemkab Tuban.

"Saya nggak ingat apa-apa. Saya hanya melindungi diri. Setelahnya baru terasa punggung dan pelipis sebelah sini sakit," terang korban sambil menunjukan pelipisnya yang sebelah kiri.

Selama di kantor Satpol PP, korban dilarang menghubungi keluarganya. Beruntung ada seorang anggota Satpol PP yang mengenal kakak korban. Lalu anggota itu menelpon kakak korban.

Korban baru diperbolehkan pulang setelah dijemput kakaknya. Merasa tidak terima, korban bersama keluaraganya melaporkan kejadian itu ke Polres Tuban.

"Saya sadar salah membunyikan petasan dan memang selayaknya dihukum, tapi ya nggak dipukuli kayak pelaku jambret gitu," sesalnya. (bdh/bdh)
Berita Terkait