Jelang Lebaran, Merica Palsu Beredar di Pacitan

Jelang Lebaran, Merica Palsu Beredar di Pacitan

Purwo S - detikNews
Selasa, 14 Jul 2015 14:04 WIB
Jelang Lebaran, Merica Palsu Beredar di Pacitan
Foto: Purwo S
Pacitan - Menjelang lebaran, merica palsu ditemukan di Pacitan. Sujadi, warga Ngampel, Ploso mengaku mendapatkan barang tiruan tersebut saat isterinya belanja di Pasar Arjowinangun.

Kecurigaan baru muncul saat barang yang masih terbungkus plastik hendak digunakan untuk bumbu. Alih-alih berasa pedas, butiran kecil putih kecoklatan itu larut dalam air.

"Dibawa pulang, di rumah mau digerus. Lho kok mericanya seperti ada campuran gamping trus begitu saya pukul (merica) hancur," kata Sujadi ditemui detikcom, Selasa (14/7/2015).

Sadar tertipu, Sujadi dan isterinya mengurungkan niat memasak. Dirinya lantas menceritakan kejadian yang dialami kepada para tetangga. Dia berharap aparat terkait segera turun tangan melakukan razia.

"Jika tidak ditangani kaemungkian semakin banyak yang menjadi korban," tambahnya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Pacitan Hariawan mendesak pemerintah daerah bertindak cepat memutus mata rantai merica palsu. Terlebih makin dekatnya Idul Fitri dimana Pacitan didatangi banyak pemudik.

Memang, lanjut Hariawan, upaya pemantauan pasar sudah sering dilakukan. Hanya saja, selama ini pihak KADIN jarang dilibatkan. Cakupannya pun belum menjangkau hingga wilayah kecamatan apalagi pelosok pedesaan.

"Yang paling pokok adalah seringnya dilakukan kegiatan-kegiatan untuk melihat kondisi pasar yang ada. Misalnya kalau (pasaran) Pahing ke Ngadirojo, atau mungkin ke Punung," tandas mantan anggota DPRD tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan UKM setempat Supomo mengaku sudah mendengar kabar tersebut. "Akan segera kita tindaklanjuti," balasnya melalui pesan singkat kepada detikcom.

Sebelumnya kasus yang sama juga ditemukan di Pasar Arjowinangun. Dinas terkait pun langsung melakukan pemeriksaan. Namun, hanya berselang dua pekan dari temuan pertama merica palsu kembali beredar di kalangan pedagang. (bdh/bdh)
Berita Terkait