Pasangan calon pengantin itu adalah Darsini (53) dan Sarmin (60), warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek. Duda dan janda ini berencana melangsungkan akad nikah pada bulan Syawal, setelah lebaran Idul Fitri.
"Mereka satusnya duda dan janda. Rencananya mau menikah bulan Syawal nanti," kata tetangga korban, Muchlisin (28), saat ditemui detikcom di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, sebelum ditemukan tewas, kedua korban sempat terlihat pergi ke makam bersama. Namun tidak ada yang menyangka, beberapa jam kemudian keduanya malah ditemukan tewas mengenaskan.
Kematian kedua korban diketahui pertama kali oleh Darman, keponakan Darsini, yang baru pulang. Peristiwa itu kemudian dilaporkan warga dan perangkat desa, lalu diteruskan kepada pihak kepolisian.
"Saya baru tahu tadi sekitar jam lima," ujar Darman, keponakan Darsini, yang sehari-hari ikut tinggal dii rumah itu.
Untuk mengungkap misteri di balik kematian kedua korban, Polres Tuban menerjunkan tim identifikasi ke lokasi kejadian. Melalui pemeriksaan awal, polisi menduga korban Darsini tewas akibat dipukul cangkul. Beberapa luka tampak menghias wajah dan kepala bagian belakang korban.
Sementara korban Sarmin ditemukan tewas tergantung. Lehernya diikat tali tampar, yang dikaitkan di belandar kayu. Posisi kedua mayat korban hanya berjarak sekitar 1 meter. Diduga Sarmin mengakhiri hidupnya sendiri, setelah terlebih dulu membunuh calon istrinya.
"Terkait pembunuhan Darsini dan bunuh diri Sarmin, kita masih melakukan penyelidikan. Motifnya masih kita lakukan penyelidikan," terang Kapolsek Kerek, AKP Tamami, kepada wartawan usai memimpin olah TKP.
Di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya sebuah cangkul yang diduga untuk membunuh Darsini, sepeda motor milik Sarmin, tali tampar dan sandal japit milik Sarmin. Selanjutnya guna kepentingan penyelidikan, kedua mayat korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dokter Koesma Tuban, untuk diotopsi. (fat/fat)











































