Angin di Surabaya Kencang, ini Penyebabnya

Angin di Surabaya Kencang, ini Penyebabnya

Jajeli Rois - detikNews
Senin, 13 Jul 2015 12:50 WIB
Surabaya - Beberapa hari terakhir hembusan angin di Surabaya cukup kencang. Banyak pepohonan dan dedaunan 'bergoyang-goyang'di sepanjang ruang terbuka hijau di beberapa kawasan Surabaya. Pengguna jalan diharapkan waspada dengan angin kencang di Kota Pahlawan ini.

"Pada Juli ini, angin muson timur. Pada dasarnya anginnya cukup tinggi antara 10 sampai 30 Km/jam. Ketika ada pemicu sedikit saja, kecepatan angin bisa naik signifikan, bisa mencapai 50 Km/Jam," ujar Bambang Setiajid, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Juanda, Senin (13/7/2015).

Bambang menerangkan, pemicu angin kencang di Surabaya ini, karena terkena dampak siklon tropis Nangka, yang terjadi di kawasan Perairan Jepang. Katanya, siklon tropis Nangka muncul karena adanya tekanan rendah di daerah pasifik.

Badai ini membawa dampak ke wilayah lainnya termasuk ke Indonesia. Bahkan, hampir semua daerah di Indonesia mengalami angin cukup kencang, kecuali wilayah Sumatera.

"Yang terkena dampaknya hampir semua di Indonesia, kecuali Sumatera, karena areanya ke blok Kalimantan dan Jawa," tuturnya.

Cuaca ini diperkirakan hingga sepekan ke depan. Bambang mengimbau kepada masyarakat bahwa, angin kencang dan di musim kemarau, waspada dari kebakaran.

"Jaga kesehatan, karena angin kencang membawa debu. Jadi waspadailah kesehatan dan kebakaran," terangnya.

Sementara kondisi angin di Surabaya pada siang ini cukup kencang. Dari pantauan detikcom, dedaunan dan pepohonan ruang terbuka hijau di sepanjang jalan seperti di Jalan Raya Darmo, Jalan Raya Diponegoro, Mayjen Sungkono, Panglima Sudirman, ikut bergoyang-goyang terkena hembusan angin kencang dampak badai Nangka dari kawasan pasifik.

Bagi pengendara terutama kendaraan roda dua, diharapkan hati-hati dan waspada menjaga kesehatannya, karena debu-debu bertebaran dibawa angin kencang. (fat/fat)
Berita Terkait