Kapolres Mojokerto AKBP Budhi Herdi Susianto mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa 11 orang saksi dan melakukan olah TKP terkait insiden ledakan tersebut. Mereka merupakan karyawan PT Jaya Mestika Indonesia yang selamat maupun yang menjadi korban ledakan.
"Dari keterangan para saksi, dugaan awal penyebab ledakan ada bahan yang semestinya tak masuk ke dalam tungku lolos begitu saja," kata Budhi kepada detikcom, Jumat (10/7/2015).
Budhi menjelaskan, pabrik baja di Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu ini mengolah kembali kaleng cat semprot dan kaleng lainnya yang berisi gas. Nah, sebelum dilebur dalam tungku berkapasitas 10 ton dengan suhu 1.000 derajat celcius, gas yang terdapat di dalam kaleng tersebut harus dikeluarkan.
"Diduga ada kaleng yang berisi gas lolos dari seleksi karyawan sehingga memicu ledakan, namun ini masih dugaan sementara," ungkapnya.
Kemungkinan penyebab ke dua yang memicu ledakan, lanjut Budhi, terjadi kerusakan pada tungku peleburan baja. "Bisa juga ada kerusakan pada tungku tersebut. Untuk memastikan penyebabnya, secepatnya kami akan meminta bantuan Tim Labfor Polda Jatim," pungkasnya.
Sebuah tungku peleburan baja PT Jaya Mestika Indonesia meledak hebat, Jumat (10/7) sekitar pukul 12.45 Wib. Suara ledakan terdengar hingga radius 1 Km dari pabrik tersebut. Akibat ledakan itu, 11 buruh pabrik mengalami luka bakar. Para korban saat ini menjalani perawatan di 3 rumah sakit berbeda di Mojokerto. (fat/fat)











































