"Selama ini khusus pasien BPJS sudah dibiayai, tapi yang menunggu si pasien belum mempunyai biaya hidup. Nah dengan bantuan ini diharapkan keluarga pasien merasa terbantu dan tidak cemas lagi dengan biaya untuk makan saat menunggu pasien," kata Wagub Jatim Saifullah Yusuf kepada wartawan, Jumat (3/7/2015).
Program ini, jelas Gus Ipul panggilan akrabnya, bisa menginspirasi perusahaan lain membantu biaya hidup keluarga pasien kurang mampu yang dirawat di rumah sakit.
"Program ini perlu ditiru perusahaan lain," tambahnya.
Seorang keluarga pasien, Danif (35) warga Trenggalek mengaku senang dengan bantuan uang yang berikan ke keluarganya. Dirinya mengaku sudah sebulan lamanya menunggu ibunya sakit di ruang penyakit dalam RSU dr Soetomo.
Dirut PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat mengatakan bantuan biaya hidup bagi keluarga pasien kurang mampu ini bertujuan meringankan beban hidup selama masa pengobatan pasien.
"Biasanya pasien yang dirujuk tempat tinggalnya jauh. Sehingga butuh biaya hidup. Seperti makan hingga tempat tinggal. Dengan program ini mudah-mudahan bisa mengurangi beban biaya hidup keluarga pasien," harapnya.
Sementara bantuan ini juga diberikan ke keluarga pasien di rumah sakit Yogjakarta, Semarang, Jakarta, Bandung, Banjarmasin dan lain-lain. (fat/fat)










































