"Minggu depan pasti meningkat. Biasanya bisa sampai 250 ekor," kata Absar, seorang pemilik sapi, Jumat (3/7/2015).
Sapi ras Madura banyak diminati, di antaranya konon karena kualitas dagingnya lebih bagus. Selain itu, harganya juga cukup terjangkau dibanding sapi lokal lainnya. Meski begitu, hingga kini belum ada lonjakan harga sapi di pasaran.
"Kalau harganya (sapi Madura, Red) ya ikut harga pasaran. Sampai sekarang belum ada kenaikan. Kisarannya per ekor untuk yang layak potong antara Rp 8 juta sampai Rp 15 juta, tergantung besar sapinya," sambung pria asal Sepudi itu.
Pengamatan detikcom menyebutkan, pengiriman sapi dari Kepulauan Sumenep ke Situbondo banyak dilakukan melalui Pelabuhan Kalbut Kecamatan Mangaran. Sapi-sapi ras Madura diangkut dari Pulau Sepudi menggunakan kapal motor penumpang.
Setibanya di Pelabuhan Kalbut, sapi-sapi itu dimasukkan ke karantina sebelum akhirnya dilego di sejumlah pasar hewan di Situbondo. Sayang, belum adanya dermaga khusus ternak di Pelabuhan Kalbut, membuat penurunan sapi dari kapal motor tampak cukup beresiko. Sapi-sapi itu dilempar ke laut, sebelum akhirnya dipaksa berenang ke daratan.
"Mau bagaimana lagi, tidak ada dermaganya. Kalau air laut pasang ya terpaksa diturunkan dengan cara begitu (dilempar ke laut, red). Tapi kalau surut, ya tidak bisa karena sapinya bisa patah," tukas Dodik, pemilik sapi lainnya. (bdh/bdh)











































