"Suara bergemuruh dan hujan abu yang berasal dari Gunung Raung seperti saat ini sudah biasa terjadi," ujar Samsul (40), warga Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari, Senin (29/6/2015).
Bahkan, aku dia, kejadian hujan abu maupun dentuman suara yang diakibatkan meningkatnya aktifitas gunung berketinggian 3344 mdpl itu sudah berlangsung sejak lama.
"Saya ingat, dulu waktu kecil terjadi hujan abu dan kerikil yang cukup kuat berasal dari gunung itu. Tapi toh buktinya sampai sekarang tak terjadi apa-apa," imbuh Samsul.
Senada disampaikan salah seorang warga Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Saiful (47). Menurut dia, hingga saat ini warga di desanya juga tetap melakukan aktifitas sehari-hari seperti biasanya.
"Tapi kami akan tetap mengikuti imbauan yang dikeluarkan pemerintah. Kalau memang disuruh ngungsi, ya kami akan ikuti," pungkas Saiful.
Pantauan di lapangan, kendati terjadi peningkatan vulkanis pada gunung yang berada di perbatasan kabupaten Bondowoso, Jember, dan Banyuwangi, ini masyarakat sekitar tetap melakukan aktifitasnya.
Masyarakat desa yang kebanyakan sebagai buruh tani dan mencari kayu di hutan tersebut tetap bekerja. Peningkatan status Gunung Raung dari waspada ke siaga bagi warga desa tak pernah menganggu untuk tetap mencari nafkah. Meski mereka tetap waspada menbaca tanda alam. (ugik/ugik)











































