Meski tak ada korban jiwa, namun nyaris seluruh perabot dalam dua rumah itu ikut hangus terbakar. Pemilik rumah tak sempat menyelamatkan barang-barangnya. Sebab, saat kejadian semua penghuni rumah sedang tidur.
Kebakaran diketahui pertama oleh sekumpulan anak muda, yang sedang melaksanakan patrol santap sahur. Total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp 250 juta.
"Dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting arus pendek. Keterangan saksi juga menguatkan dugaan itu. Namun kepastiannya masih diselidiki," kata Iptu H Sugiono, Kapolsek Asembagus, Senin (29/6/2015).
Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, insiden kebakaran dua rumah milik H Musawir dan H Royalin serta sebuah musala terjadi dini hari tadi. Kebakaran diduga dipicu korsleting arus pendek dari mesin penetas telur di rumah H Musawir. Saat api mulai melalap bagian atap rumah, sekumpulan remaja yang sedang patrol sahur melihatnya. Mereka pun berteriak-teriak membangunkan warga.
Dalam tempo tidak lama, banyak warga berdatangan. Sebagian melanjutkan informasi kebakaran itu ke petugas pemadam kebakaran di PG Asembagus dan pemkab Situbondo. Setelah lebih dari satu jam dilakukan penyemprotan, kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan dan dipadamkan.
"Untuk kepentingan penyelidikan, kami sudah memasang garis polisi di lokasi kebakaran," pungkas Iptu H Sugiono. (fat/fat)











































