Kemahiran ini ditekuni Ayub sejak tahun 1994, usai dirinya bercerai dengan istrinya. Ayub merasakan dirinya tidak bersalah dan menyakiti istrinya, tapi entah kenapa istrinya meninggalkan dirinya.
Berawal dari inilah Ayub memodifikasi sepeda motornya jenis Vespa untuk menghibur diri. Hal itu muncul inspirasi untuk bermain musik yang sudah digeluti sejak kecil dan merancang alat-alat musik. Menurutnya, dirinya lebih baik berkreasi dari pada memikirkan perceraiannya.
"Kalau teringat anak dan istri rasanya ingin menangis," kata Ayub kepada detikcom di Alun-Alun Sidoarjo, Senin (29/6/2015).
Dia mengaku pertama kali menata alat musik itu tidak sekaligus 14 alat musik.
"Semula hanya 12 alat musik, kemudian setiap hari sewaktu di rumah aku tambahi. Ssekarang menjadi 14 alat musik yang aku mainkan sambil menyanyikan lagu," tambahnya.
14 Alat musik itu yakni, rhytem, gitar, harmonika, bass drum, Suter drum, 4 remo drum, 2 tamborin, 2 angklung, okelele, cat.
Dengan kelengkapana alat yang sangat sederhana ini, jelas Ayub, setiap hari dirinya keliling antar kota. "Untuk sementara beberapa hari aku akan di Kota Sidoarjo untuk mengamen mencari rezeki untuk menyambung hidup," tegasnya.
"Saya juga kepingin keahlihanku ini bisa lebih baik lagi rencana dalam waktu dekat setelah lebaran nanti aku akan ke Jakarta, menggunakan sepeda motor ini, ya pelan-pelan mas sambil ngamen di jalan, untuk cari bekal, pokoke sak tutuke (Pokoknya sak sampainya), kalau saya diam di Pandaan yaa bakat ini gak berkembang," tambahnya.
Dirinya optimis, apa yang dihasilkan saat ini tidak lain ingin menghilangkan kesedihan setelah bercerai dengan istrinya.
"Saya hilangkan perasaan dan pengalaman yang telah lalu, perasaanku dan pengalaman sering aku nyanyikan lewat lagu. Itu caraku untuk menghilangkan kesedihan," tandasnya. (fat/fat)











































