Akibatnya, ketiga ular phyton tersebut tidak bisa berburu makan sendiri. Sebagai gantinya, pemilik ular, Busro Ilham, terpaksa harus menyuapi ketiga ular dengan campuran susu dan telur bebek.
"Mulutnya dijahit sampai nanti kalau sudah jinak. Takutnya gigit orang," kata pemilik ular, Busro Ilham, warga Desa Sendanghaji, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuba, kepada detikcom, Senin (29/6/2015).
"Sementara saya kasih susu sama telur bebek. Dimasukkan melalui sela-sela jahitan, menggunakan selang, terus dipompa," lanjutnya menjelaskan cara pemberian makan sementara.
Menurut Busro, kondisi ini akan berlangsung selama kurang lebih seminggu. Jika nanti ular dirasa sudah jinak, jahitan pada mulutnya akan dibuka. Selanjutnya pemberian makan dilakukan seperti biasa, yakni berupa ayam atau unggas hidup.
"Kalau sudah satu bulan nanti baru akan saya kasih makan, lagian perutnya masih penuh, belum butuh makanan. Sementara ya minuman aja," tuturnya.
Tiga ekor ular phyton pemakan hewan ternak warga berhasil ditangkap. Salah satu ular memiliki mahkota mirip akik di kepalanya. Kini ketiga ular tersebut dipelihara Busro Ilham, warga Desa Sendanghaji, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. (fat/fat)











































