Terkadang, fenomena mudik ini memerlukan penanganan tersendiri. Tetapi bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, fenomena mudik akan tertata dengan catatan dipersiapkan sejak dini.
"Kalau bisa dipersiapkan sejak dini saya kira tidak ada sesuatu yang sulit," ujar Risma saat ditemui wartawan di Bandara Juanda, Jumat (26/6/2015).
Menurut Risma, fenomena mudik bisa dipelajari sehingga nantinya masyarakat bisa diedukasi bagaimana tentang mudik yang benar dan tidak merepotkan.
Kepada masyarakat, Risma meminta agar mudik dilakukan secepat mungkin. Tidak perlu menunggu H minus atau hari mendekati lebaran. Tujuannya, agar semuanya tidak bareng sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan pemudik.
"Jangan semua berangkat bareng H minus," kata Risma.
Risma sendiri tidak khawatir mengenai moda transportasi yang ada. Semua moda transportasi pasti sudah memperhitungkan jumlah penumpang yang hendak diangkut selama masa mudik dan balik lebaran.
"Kereta ada tambahan gerbong dan penerbangan pasti ada tambahan flight," tandas Risma. (fat/fat)











































