Pembagian bunga dan stiker anti narkoba dilakukan di perempatan Jalan Polisi Istimewa. Pembagian itu juga melibatkan siswa SMP yang dalam hal ini sebagai perwakilan dari generas muda.
"Ini adalah ssebagai pengingat dan bentuk keprihatinan kami terhadap narkoba. Peredaran narkoba khususnya di Indonesia makin banyak," kata Kepala BNNK Surabaya AKBP Suparti kepada wartawan di sela-sela kegiatan, Jumat (26/6/2015).
Yang memprihatinkan, kata Suparti, yang menjadi korban narkoba adalah usia produktif antara 15-40 tahun. Dan yang mendominasi adalah usia 20-30 tahun. Sangat disayangkan jika usia produktif yang seharusnya bisa lebih banyak berkarya, hancur hanya karena narkoba.
Dan kebanyakan para pemakai narkoba, lanjut Suparti, adalah hasil drop out atau putus sekolah. Mereka tak lanjut dari jenjang SMP dan SMA.
"Kami ada 200 pecandu narkoba yang kami rehabilitasi," lanjut mantan Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya itu.
Untuk bisa melakukan rehabilitasi, Suparti mengaku tak hanya diam saja. Suparti juga melakukan jemput bola dan juga menunggu ada pecandu yang secara sukarela untuk melakukan rehabilitasi.
"Masyarakat masih banyak yang belum tahu tentang efek dan bahayanya narkoba. Di hari anti narkoba internasional ini, kami sampaikan hal itu," tandas Suparti. (iwd/iwd)










































