MUI Jombang Imbau Masyarakat Tak Percaya Tuyul

Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 25 Jun 2015 18:19 WIB
File: detikcom
Jombang - Ketua MUI Kabupaten Jombang, Kiai Kholil Dahlan angkat bicara menanggapi kabar penangkapan 11 tuyul oleh gadis SMP di Dusun Joho Clumprit, Desa/Kecamatan Sumobito.

Dia mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan makhluk ghaib yang konon menyerupai anak kecil itu. Menurutnya, terlalu mengimani kekuatan tuyul bisa mengarah kepada kemusyrikan.

"Kita tidak usah terlalu percaya dengan hal-hal seperti itu karena sulit dibuktikan benar atau tidaknya," kata Kiai Dahlan saat dihubungi detikcom, Kamis (25/6/2015).

Kiai Dahlan menjelaskan, umat Islam memang harus mengimani adanya makhluk ghaib sebagai makhluk ciptaan Alloh. Namun, keyakinan itu harus senantiasa berpedoman pada Kitab suci Alquran dan hadist. Dia menegaskan, umat Islam yang percaya dengan kekuatan tuyul dan mematuhi perintahnya merupakan perbuatan menyekutukan Alloh atau musryik.

"Yang terpenting kita pedomannya ke Alquran dan hadist, karena hanya Alloh yang tahu persoalan makhluk gaib. Kalau dalam bahasa Alquran makhluk gaib itu hanya jin dan setan," imbuhnya.

Kiai Dahlan mengaku kurang yakin atas kebenaran gadis SMP yang menangkap 11 tuyul di Dusun Joho Clumprit. Menurutnya, dimungkinkan penangkapan tuyul itu hanya hayalan atau halusinasi dari gadis tersebut. Dia kembali mengimbau agar masyarakat tidak mudah mengaitkan kasus kehilangan uang sejumlah warga dengan keberadaan tuyul.

"Saya tidak yakin, mungkin hanya anak bingung, psikologinya kurang terkontrol sehingga dia membayangkan hal-hal yang aneh. Kalau ada pencurian ya diselesaikan secara syariat. Jangan mudah menyangka-nyangka orang mencuri dengan media tuyul," tandasnya.

Namun demikian, lanjut Kiai Dahlan, bukan berarti makhluk gaib sebangsa tuyul tidak ada. Menurutnya, tuyul yang wujudnya disebut-sebut menyerupai anak kecil itu berasal dari bangsa jin atau setan. Makhluk tak kasat mata itu dimanfaatkan oleh manusia yang memiliki ilmu sihir untuk mencuri harta orang lain.

"Ilmu sihir dijelaskan di dalam Alquran, ilmu itu pernah diturunkan Alloh pada zaman Bani Israel melalui malaikat Harut dan Marut, untuk menguji imannya orang Israel kepada Alloh. Jadi dengan ilmu sihir itu, manusia bisa mempengaruhi orang lain dengan bantuan jin atau setan," paparnya. (fat/fat)