"Masuknya Selasa (16/6) siang. Tapi pengambilan lendir dari hidung dan tenggorokan (swap) baru dilakukan Rabu (17/6). Swap dilakukan tiga hari berturut-turut," kata Direktur RSU dr Soetomo dr Dodo Anondo MPH saat dihubungi, Kamis (18/6/2015).
Dodo mengatakan, perlakuan itu sudah sesuai dengan prosedur. Untuk kasus ini, Dodo meminta agar tidak terlalu dibesar-besarkan. Dodo mengaku pihaknya sudah biasa menangani penyakit endemik ini.
"Ini kan statusnya masih suspect. Jadi masih kami teliti sehingga masyarakat tak perlu khawatir," lanjut Dodo.
Dodo menambahkan, selain penanganan seusai prosedur, penanganan lain yang dilakukan adalah pasien diberi obat-obatan sportif seperti obat panas jika tubuh pasien terindikasi suhu badannya meningkat.
"Tidak ada obat khusus sih. Yang penting daya tahan tubuh ditingkakan. Hampir mirip dengan penanganan pasien HIV/AIDS," pungkas Dodo. (fat/fat)











































