"Senin (15/6) malam saya dikabari akan ada pasien suspect MERS CoV datang. Selasa (16/6) siang datang," kata Direktur RSU dr Soetomo dr Dodo Anondo MPH saat dihubungi detikcom, Rabu (17/6/2015).
Dodo mengatakan, pasien suspect MERS CoV itu adalah seorang pria. Namun Dodo mengaku tidak mengetahui namanya. Dodo mengatakan pasien itu dibawa dari RS PHC Surabaya. "Ini pasien MERS CoV pertama yang kami tangani," ujar Dodo.
Menurut Dodo, pemeriksaan terhadap pasien suspect MERS CoV dilakukan sesuai prosedur yang ada. Akan dilakukan swap atau mengambil lendir dari hidung pasien selama tiga hari berturut-turut. Lendir itu akan dikirim ke laboratorium.
"Kalau negatif, pasien akan dilepas," pungkas Dodo.
Dari informasi yang dihimpun, pasien suspect MERS CoV tersebut awalnya datang dari Pelabuhan Tanjung Perak. Pasien itu adalah ABK MV Scotian Express yang sekitar lima hari lalu bersandar untuk melakukan bongkar muat jagung curah di Dermaga Berlian.
Pasien itu adalah seorang WNA Tiongkok dengan nama Di Jian Lie (37). Saat ada laporan seseorang dengan gejala MERS CoV, petugas kesehatan pelabuhan langsung bertindak. Jian Lie langsung dibawa untuk menjalani perawatan.
Tetapi pihak RS PHC Surabaya telah membantah menerima pasien suspect penyakit yang kini sedang mewabah di Korea Selatan itu.
"Kami tak menerima. Mungkin pasien dibawa ke klinik PHC yang ada di karantina pelabuhan," ujar Humas RS PHC Surabaya Bernadus Harry Setiawan.
Karena tidak memiliki fasilitas perawatan khusus, maka Jian Lie segera dibawa ke RSU dr. Soetomo.
MV Scotian Express sendiri ditunda keberangkatannya karena kasus tersebut. Kapal tersebut harus lego jangkar hingga urusan ABK nya yang sakit selesai. Kapal ber ABK 21 orang itu kini lego jangkar di perairan Karang Jamuang. (iwd/iwd)











































