Tosan dilumpukan dengan dua tembakan pada kedua kakinya, karena berusaha kabur. Sementara tersangka lainnya, Arrohman ditembak dan tewas di lokasi karena melawan petugas.
Menurut Kapolres Kota Probolinggo AKBP Sumaryono, ketiga pelaku begal ini telah melakukan aksinya di 14 TKP berbeda. Saat beraksi para pelaku menggunakan senjata tajam dan menyemprot korban dengan air yang dicampur cabai.
"Komplotan ini nekat melempar bondet kepada puluhan massa, saat massa sedang mengejar ketiganya," kata kapolres kepada wartawan, Senin (15/6/2015).
Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti berupa 2 unit motor hasil curian, 1 koper bondet dan senjata tajam, serta sejumlah kunci T.
"Selain dikenal sadis, ketiga pelaku ini kerap menyaru sebagai anggota TNI gadungan untuk mengelabui korbannya," tambah Sumaryono.
Sementara 2 pelaku lainnya diamankan di Mapolres Probolinggo Kota untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. "Kami terus kembangkan penyelidikan," tandasnya.
(fat/fat)











































