Ayah empat anak ini biasa mencampur balsam dengan puyer sakit kepala, pil-pil yang digerus, minuman berkarbonasi serta kopi. Namun ia paling suka mencampur balsam dengan susu.
"Kalau dicampur susu rasanya lebih enak, seperti es oyen," kata Ishak di rumahnya, Kamis (11/6/2015).
Ishak mengaku tak ada yang ganjil pada perutnya meski sudah setahun makan balsam. Balsam gosok seperti candu bagi dia dan ia akan gelisah dan risau jika sehari saja tak menikmatinya.
Ishak yang juga dikenal sebagai dukun yang mengobati pasien gangguan makhluk halus ini bisa makan balsam saat pagi, siang dan malam.
"Jangan ditiru. Ini mungkin bahaya bagi sampeyan," kata dia.
Sementara Kepala Dusun Rembang I, Sodiq, mengamini penuturan Ishak. Ishak, kata dia, selalu membawa balsam kemanapun dia pergi.
"Dia kan juga buruh tani dan buruh nelayan. Saat bekerja dia selalu makan balsam. Dicampur apa saja," terang Sodiq.
Khoirul, perangkat Desa Rembang mengaku ia selalu mengingatkan Ishak agar menyudahi kebiasaannya tersebut. Namun karena selalu diabaikan, ia tak bisa berbuat apa-apa.
"Ya namanya perangkat saja kan takut terjadi apa-apa pada warga saya. Tapi yang bersangkutan tak mau berhenti," turunya.
Menurut Khoirul, semua warganya sudah mafhum dengan kebiasaan aneh Ishak. Mereka berharap tak terjadi apa-apa pada suami Nur Aini tersebut.
"Semoga Pak Ishak baik-baik saja," pungkasnya. (fat/fat)











































