BPOM di Surabaya Edukasi Jaminan Keamanan Pangan Melalui GKPD

BPOM di Surabaya Edukasi Jaminan Keamanan Pangan Melalui GKPD

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Rabu, 10 Jun 2015 19:03 WIB
Gresik - Jaminan keamanan pangan di Indonesia memang tidak mudah dilaksanakan. Setiap tahunnya, masih saja ditemukan kasus keracunan, makanan kadaluarsa, dan lain sebagainya.

Edukasi lebih pun mutlak dilakukan. Edukasi yang dirasa kurang itu digenapkan dengan Gerakan Keamanan Pangan Desa (GKPD). Edukasi itu menyasar lebih jauh ke pelosok desa di setiap kecamatan.

"Kami berusaha meningkatkan kesadaran dan mendorong masyarakat agar secara mandiri mampu memastikan keamanan pangan yang dikonsumsinya," kata Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Surabaya I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa dalam roadshow BBPOM ke Kecamatan Kebomas, Gresik, Rabu (10/6/2015).

Gusti mengatakan, Kebomas adalah lokasi ketiga roadshow setelah Desa Banjaraya, Kulon Progo, Yogyakarta dan Desa Parongpong, Bandung. Namun di Jatim, Kebomas adalah lokasi roadshow pertama sebelum Surabaya, Malang, dan Kota Mojokerto.

"Roadshow GKPD ini hanya kami laksanakan di empat propinsi saja dan kami berharap Kebomas bisa menjadi pilot project Desa Pagan Aman (paman)," lanjut Gusti.

Edukasi tentang keamanan pangan ini, kata Gusti, sangat penting agar masyarakat terhindar dari konsumsi pangan yang berisiko terhadap kesehatan. Meski tak menyebut kejadiannya, Gusti sempat berucap jika di Gresik pernah ada kasus mengenai pangan yang cukup ramai di pemberitaan.

"Kami saat itu terlibat karena kami yang menguji sampelnya," ujar Gusti.

Berdekatan dengan lebaran, Gusti mengatakan bahwa pihaknya akan lebih intensif lagi melakukan pengawasan dan razia makanan. Selama Ramadan, permintaan makanan dan minuman sangat deras mengalir. Dan belum tentu makanan yang ada di pasaran steril dan sehat.

"Intensifikasi pengawasan pangan kami tingkatkan saat Ramadan dan jelang lebaran. Kami terjunkan mobil laboratorium keliling yang akan menguji sampel makanan dan hasilnya langsung bisa dilihat," jelas Gusti.

Sementara itu, Direktur Suerveillance dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM pusat Halim Nababan mengatakan bahwa negara telah menderita kerugian sebanyak Rp 2,9 triliun akibat kasus keracunan makanan selama lima tahun terakhir. BPOM mencatat ada 306 kasus keracunan. 80 % kasusnya terjadi di tingkat rumah tangga dan pencemaran mikro biologi.  

"Dan untuk lebaran ini, sebelum membeli makanan, cek dulu kemasan, nomor izin edar, dan tanggal kadaluarsanya. Biasanya saat lebaran kan banyak dicampur makanan kemasan yang baru dan lama," ujar Halim. (iwd/iwd)
Berita Terkait