Partai NasDem tentu saja juga mempunyai calon-calon yang direkomendasi untuk bertarung dalam pilkada nanti. Tapi prinsip kehati-hatian diusung oleh partai ini dengan mendatangi Polda Jatim.
"Jangan sampai yang kami rekomendasi tersandung atau terjerat hukum. Polda mungkin bisa memberikan informasi kepada kami dalam minggu ini," ujar Ketua DPW Partai NasDem Jatim Effendi Choiri kepada wartawan di Polda Jatim, Selasa (9/6/2015).
Pria yang akrab disapa Gus Choi ini mengatakan, selama ini ada saja pemimpin daerah yang tersandung hukum saat memimpin daerahnya. Partai NasDem tak ingin itu terjadi pada calon pemimpin yang nanti akan diusungnya.
"Calon pemimpin harus benar-benar clean," lanjut Gus Choi.
Sebelum ke Polda Jatim, Gus Choi mengaku juga sudah menemui Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim Elvis Johnny. Tujuannya juga sama, demi kebersihan status calon pemimpin daerah nantinya.
"Sebelumnya kami sudah ke Kejati Jatim. Nanti kami juga hendak menemui pangdam dan gubernur. Ini semua demi Jatim," pungkas Gus Choi.
Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf mengapresiasi langkah Partai NasDem ini. Pimpinan yang baik dan bersih pastinya akan membawa atmosfer yang bagus pula dalam pemerintahan sehingga jalannya pemerintahan pun kondusif.
"Pertemuan atau silaturahmi ini memang diperlukan agar peserta pilkada dan partai bisa bekerjasama dengan baik," ujar Anas.
Anas sendiri mengaku sudah siap menghadapi 19 pilkada serentak di Jatim pada Desember nanti. Persiapan pengamanan sudah dilakukan. 17 ribu personel akan diterjunkan dalam pilkada serentak tersebut.
"Kami sudah siap. Kami tentu saja juga bekerjasama dengan stake holder terkait seperti KPU dan Bawaslu," tandas Anas. (iwd/iwd)











































