Penderita Kanker Ganas Dirawat di Malang, Butuh Bantuan

Penderita Kanker Ganas Dirawat di Malang, Butuh Bantuan

Ghazali Dasuqi - detikNews
Jumat, 05 Jun 2015 13:32 WIB
Penderita Kanker Ganas Dirawat di Malang, Butuh Bantuan
f
Situbondo - Untuk kesekian kalinya, Abdul Mujib harus menjalani kemoterapi di RSU dr Saiful Anwar Malang. Bocah 12 tahun penderita itu kini kembali harus terbaring di Ruang Anak No 7-B. Sang ayah, Zainurrahman (39), tidak tahu hingga kapan anak semata wayangnya kembali menjalani perawatan medis kemoterapi.

"Yang sekarang mungkin agak lama, karena kondisi anak saya terus menurun. Sekarang kakinya sudah lumpuh," lirih Zainurrahman kepada detikcom, Jumat (5/6/2015).

Selain itu, Abdul Mujib semakin sering muntah darah. Intensitas Buang Air Besarnya (BAB) pun kian tidak teratur. Sehari Abdul Mujib bisa BAB sebanyak 5 hingga 7 kali. Praktis, hal itu menambah beban biaya yang harus dikeluarkan oleh sang ayah, Zainurrahman.

"Setiap buang hajat pampersnya kan harus diganti. Padahal harga pampers-nya itu Rp 50 ribu per buah. Sementara uang saya sudah tipis. Saya juga tidak tahu sampai kapan Mujib di sini (RS Saiful Anwar, red). Saya benar-benar kalut, sampai ingin teriak-teriak di sini," tandas Zainurrahman.

Sementara kanker laring yang diderita Abdul Mujib termasuk jenis ganas. Kanker laring biasa juga disebut dengan kanker tenggorokan, cuma lebih ke pita suara. Karena itu, bisa mengakibatkan kebisuan. Kanker laring ini biasanya disebabkan kebiasaan buruk penderitanya. Seperti merokok dan menenggak minum minuman beralkohol.

"Anak saya baru 12 tahun. Tidak merokok apalagi minum-minuman keras. Saya tahu kepribadian anak saya, dia bukan anak yang nakal. Saya sendiri tidak tahu, kenapa anak saya bisa menderita kanker laring ini," papar Zainurrahman.

Melihat kondisi anaknya yang semakin menurun, Zainur mengaku hanya bisa berharap keajaiban. Meski begitu, dia akan terus melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan keajaiban, yakni berupa kesembuhan buah hatinya. (fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini